cinta itu umpama bunga,
nian estetikanya tatkala ia masih mekar,
tak lekang mata merenung,
tak lekang kucupan dek aroma mempersonanya,
keasyikkan bisa melenakan sang pemiliknya.
namun detik demi detik,
kuntuman indah itu berubah rupa,
setelah itu
tiada lagi belaian mesra,
tiada lagi sentuhan mulus,
kemana hilang sang pemiliknya
lalu bunga itu berbicara....
"si pemilikku dimana kamu? Aku merinduimu. Mengapa kau menghilangkan dirimu??Apa salahku sang pemilikku. Tidakah kau merindui diriku,harumanku,pesonaku dan segalanya tentang diriku???A..ak..aku....aku masih seperti dahulu pemilikku. Jika kau membajaiku, menyiramiku,aku pasti aku bisa seperti dulu....malah aku bisa jadi lebih baik dari dulu, aku bisa memberimu kebahagiaan lebih dari yang dahulu....pulanglah sang pemilikku...pulanglah bajai, dan sirami diriku ini dengan kasih sayangmu......pulanglah~~~
namun rintihan sayu itu tidak didengari,
akhirnya bunga itu layu lalu rebah ke bumi tanpa kuntuman yang baru.....
natijahnya: cinta itu harus dibajai selalu supaya sentiasa mekar umpama bunga yang benar-benar dijaga. Jika tiada kesungguhan untuk memeliharanya maka cinta itu pudar dan akhirnya mati....
Wednesday, April 21, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

em, that's rite, tanpa belaian cinta, umpama hdup tanpa cabran, air tanpa gula, semuanya tawar, kusam..
ReplyDeletebelieve in love as u believe in urself.. cinta itu indah, mampu membinasakan, mampu membahagiakan, terpulang pada cara kita membelainya..
apa yg pntg, trust ur partner, sygilah die sebagaimana menyayangi dirimu.. si dia pasti rela brkorban apa saja ntuk dirimu jika drinya btul2 mmrlukanmu, ikhlas dgnmu..
n pastinye diri ini menyayangi psgnku sedalam2nya...
salam cinta..